Kegiatan Kokurikuler Membatik di MI Fathul Ma’arif: Menumbuhkan Kreativitas dan Cinta Budaya
MI Fathul Ma’arif kembali menyelenggarakan kegiatan kokurikuler yang sarat makna dan nilai budaya, yaitu kegiatan membatik yang diikuti oleh siswa kelas 4 dan kelas 5. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada hari Rabu hingga Kamis, tanggal 20–21 Mei 2026, dengan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta didik.Sebanyak total 50 siswa dari kedua kelas tersebut dibagi menjadi 10 kelompok. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, serta meningkatkan keterampilan sosial antar siswa. Setiap kelompok bekerja sama dalam proses pembuatan batik, mulai dari tahap persiapan hingga proses pewarnaan.
Kegiatan membatik ini menggunakan teknik batik ciprat, yaitu teknik menghias kain dengan cara mencipratkan malam dan pewarna sehingga menghasilkan motif yang unik, ekspresif, dan penuh warna. Teknik ini dipilih karena lebih mudah dipelajari oleh siswa sekolah dasar, namun tetap mampu menghasilkan karya yang menarik dan bernilai seni tinggi.
Kegiatan dipimpin langsung oleh wali kelas masing-masing. Kelas 4 dibimbing oleh Bapak Khusnul Riyadi, S.Pd.I, sedangkan kelas 5 dibimbing oleh Bapak Burhanudin, S.Pd. Dengan penuh kesabaran dan dedikasi, para wali kelas turut mendampingi siswa dalam setiap tahapan, memastikan kegiatan berjalan dengan baik serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah kehadiran narasumber sekaligus pembimbing utama, yaitu Ibu Siah, seorang pembatik berpengalaman yang berasal dari Dukuhsalam. Dengan pengalaman yang beliau miliki, Ibu Siah memberikan arahan dan praktik langsung kepada siswa tentang teknik batik ciprat, mulai peralatan membatik, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat batik, teknik mencipratkan malam dan pewarna dengan aman, hingga proses pengeringan kain.
Para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka bebas berkreasi menciptakan motif sesuai imajinasi masing-masing. Meski bagi sebagian siswa ini merupakan pengalaman pertama, mereka tetap bersemangat mencoba dan belajar. Hasil karya batik ciprat yang dihasilkan pun terlihat beragam, penuh warna, dan mencerminkan kreativitas siswa.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, MI Fathul Ma’arif tidak hanya memberikan pembelajaran keterampilan, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal, khususnya seni batik sebagai warisan budaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, ketelitian, serta kerja sama antar siswa.
Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar